Isuues dan teknik pemecahan masalah dilema etik dalam keperawatan jiwa

Skenario :
Tn. A berusia 38 tahun, mengalami gangguan jiwa skizofrenia. keluarga tidak mau merawat dan menganggap bahwa Tn. A merupakan beban dan aib bagi keluarga. Keluarga Tn. A sudah menyerahkan Tn.A kepada pihak RS jiwa dan pasrah untuk dilakukan tindakan apapun kepada pasien. Keluarga Tn. A meminta kepada pihak RS jiwa agar Tn. A dibiarkan mati saja. Tindakan keluarga merupakan kasus etik dan melanggar HAM.

Penyelesaian : 
Dengan menggunakan model Megan.


1. Mengkaji situasi
 -Keluarga Tn. A tidak peduli dengan kondisi klien
-Keluarga Tn. A merasa terbebani dan mengganggap aib untuk mengurus klien
- Keluarga Tn. A sudah menyerah segala tanggung jawab kepada pihak RS untuk mengurus Tn. A.

2. Mendiagnosa masalah etik moral
Berdasarkan kasus dan analisa situasi tersebut, maka dapat disimpulkan permasalahan etik moral yaitu keluarga tidak mau mengurus dan tidak peduli terhadap kondisi yang dialami klien . Padahal pasien dengan skizofrenia harus mendapat dukungan keluarga terdekat untuk dapat mencapai kesembuhan klien.

3. Membuat tujuan dan rencana permasalahn
 Dari permsalahan yang didapat, alternatif rencana yang akan dibuat perawat adalah:
  1. Perawat akan mengedukasi keluarga klien serta berbincang dengan keluarga klien. bertujuan agar keluarga klien paham dan mengerti kondisi yang sedang dialami klien. Pihak RS akan berkompromi kepada keluarga klien agar klien sementara dirawat di RS sebagai keadaan klien membaik, lalu Tn. A akan dirawat oleh keluarga dirumah.
  2. Perawat menerima permintaan keluarga agar Tn. A dirawat di RS jiwa. Bertujuan agar Tn. A tidak terlantar karena salah satu penyebab kekambuhan pada pasien skizofrenia adalah ketidakpatuhan minum obat.
  4. Melaksanakan rencana
Alternatif rencana yang harus  didiskusikan dengan tim medis agar tidak terjadi pelanggaran kode etik. Dalam pengambilan keputusan pada pasien dengan dilema etik harus berdasarkan prinsip moral yang berfungsi untuk membuat secara spesifik apakah suatu tindakan dilarang (John Stone, 1989).

5. Mengevaluasi hasil
Alternatif yang dilaksanakan kemudian dimonitoring serta dievaluasi sejauh mana keluarga
Tn. A memahami dna mengerti informasi yang telah diberikan. 
Tujuan dievaluasi adalah terselesaikannya masalah dilema etik seperti yang ditentukan sebagai outcomenya. Komunikasi diantara para pengambilan keputusan masih harus dibina. 
bila keluarga  Tn. A masih denial, maka pendekatan-pendekatan tetap harus dilakukan dan support system tetap harus diberikan untuk menunjang proses kesembuhan Tn. A.

Comments