pemecahan dilema etik dalam keperawatan medikal bedah
Tn.A
masuk IGD dalam
kondisi yang sangat lemas. Dokter yang menangani
Tn. A melakukan visit kepada Tn. A, dan memberikan advice kepada perawatnya
untuk dilakukan pemeriksaan laboratory, dengan mengambil sampel darahnya. Tn.A
yang ingin tahu sekali tentang penyakitnya meminta perawat tersebut untuk segera
memberi tahu penyakitnya setelah didapatkan hasil pemeriksaan. Sore harinya
pukul 16.00 WIB hasil pemeriksaan telah diterima oleh perawat tersebut dan
telah dibaca oleh dokternya. Hasilnya mengatakan bahwa Tn.A positif terjangkit
penyakit HIV/AIDS. Kemudian perawat tersebut memanggil keluarga Tn.A untuk
menghadap dokter yang menangani Tn.A.
bersama dokter dan seijin dokter tersebut, perawat menjelaskan kondisi pasien dan penyakitnya. Keluarga terlihat kaget dan bingung. Keluarga meminta kepada dokter terutama perawat untuk tidak memberitahukan penyakitnya ini kepada Tn.A. keluarga takut Tn.A akan frustasi, tidak mau menerima kondisnya dan dikucilkan dari masyarakat.
bersama dokter dan seijin dokter tersebut, perawat menjelaskan kondisi pasien dan penyakitnya. Keluarga terlihat kaget dan bingung. Keluarga meminta kepada dokter terutama perawat untuk tidak memberitahukan penyakitnya ini kepada Tn.A. keluarga takut Tn.A akan frustasi, tidak mau menerima kondisnya dan dikucilkan dari masyarakat.
Perawat
memberikan pelayanan keperawatan yang sesuai dengan etika dan legal serta
menghargai keputusan yang telah dibuat oleh keluarga pasien untuk tidak
memberitahukan penyakit yang diderita pasien kepada pasien. Namun, disatu sisi
pasien berhak untuk tahu penyakit yang dialaminya.
a. Memberitahukan kepada pasien dengan
memilih waktu yang tepat ketika kondisi pasien dan situasi mendukung. Sebaiknya
keluarga dan pasien telah dikonseling terlebih dahulu oleh Tim VCT yang ada di
Rumah sakit.
b.
Mengikuti permintaan dari keluarga yaitu tidak memberitahukan kepada pasien
mengenai penyakit sebenarnya.
c.
Perawat akan melakukan tanggungjawabnya sebagai perawat dan memenuhi hak pasien
terutama hak Tn.A untuk mengetahui penyakitnya, sehingga ketika hasil
pemeriksaan sudah ada dan telah didisukan dengan tim medis, perawat akan
langsung menginformasikan kondisi Tn.A atas izin dokter.
prinsip etika:
Veracity : Memberitahukan kepada Tn.A mengenai
penyakit yang diderita
Kerahasiaan
: menjaga kerahasiaan penyakit Tn.A
Autonomy : perawat menghargai keputusan keluarga
untuk tidak memberitahukan penyakit pasien. Namun, ketika pasien menuntut
haknya dan keluarganya tidak setuju maka perawat harus mengutamakan hak Tn.A
tersebut untuk mendapatkan informasi dari penyakitnya.
Beneficiancy : perawat mengutamakan pasien dengan
memberikan pelayanan keperawatan yang optimal. Memilih diantara 3 alternatif
yang diberikan dengan mempertimbangkan yang terbaik untuk pasien.
Justice : perawat menerapkan prinsip moral dalam
melayani pasien. Adil yang berarti Tn.A berhak mendapatkan haknya untuk
mengetahui kondisi dan penyakit yang dideritanya.
Nonmaleficience : keputusan yang akan dibuat oleh
perawat tersebut nantinya tidak menimbulkan kerugian kepada Tn.A baik secara
fisik dan psikologis pasien.
Conclusion
Memberitahukan
kepada pasien tentang kondisi dan penyakitnya dengan mempertimbangkan waktu
yang tepat. Keluarga serta pasien telah dikonseling terlebih dahulu oleh TIM
VCT di Rumah sakit.
Fungsi
dan peran koseling disini adalah agar pasien dan keluarga mengerti apa HIV/AIDS
tersebut. Keluarga dan pasien yang telah dikonseling biasanya akan lebih “siap”
menerima penyakit yang diderita oleh pasien.
Comments
Post a Comment